Category: Petroleum



A.    Porositas pada susunan cubic packing

Vbulk = 2r ·2r ·2r = 8r3

Vgrain = 8·(1/8)· (4/3)·π· r3 = (4/3)·π· r3

Φ = (Vbulk – Vgrain)/ Vbulk = (8r3 – (4/3)·π· r3)/ 8r3 = 0.4764 = 47.64%

Volume bulk batuan diilustrasikan sebagai volume kotak, sedangkan volume grain batuan adalah jumlah butir yang ada dalam pada packing. Pada setiap packing terdapat 8 buah butir, tiap butirnya 1/8 dari volume bola. Porositas adalah perbandingan volume pori-pori dengan volume bulk batuan dinyatakan dalam persen. Volume pori-pori di dapat dari Vbulk dikurangi Vgrain. Jadi, kita dapatkan porositas cubic packing sebesar 47.67%. Porositas ini merupakan nilai paling besar dari susunan packing apapun. Apabila ditemukan nilai porositas yang lebih besar dari 47.67% maka sudah jelas perhitungannya salah.

 

Continue reading


KELOMPOK KEAHLIAN TEKNIK PEMBORAN

Fokus Kegiatan :
Aktifitas yang dilakukan oleh kelompok Teknik Pemboran meliputi penelitian lumpur pemboran dan semen pada temperatur tinggi, korosi pada peralatan migas dan panas bumi, pembuatan bentonit, propant dan pembuatan perangkat lunak sistem pemboran dan produksi.

 

KELOMPOK KEAHLIAN TEKNIK PRODUKSI

Fokus Kegiatan :
Kegiatan kelompok keahlian ini meliputi penelitian lapangan minyak dan gas bumi pada aspek produksinya mulai dari penentuan dan peramalan potensi reservoirnya, hidrolika sumur, mekanisme pengangkatan minyak bumi secara alamiah dan buatan, sistem operasi produksi di permukaan dan penanggulangan masalah produksi baik dalam sumur (seperti endapan kalsium karbonat atau barium sulfat, wax, asphalt, kepasiran) maupun di permukaan, permodelan jaringan pipa dan stimulasi (pengasaman dan perekahan) sumur.

Continue reading


II. Perhitungan Lab Porositas

Banyak metode yang dikembangkan untuk menghitung porositas batuan. Sebagian besar metode didesain untuk sampel core yang kecil, kira-kira seukuran biji cemara. 3 parameter dasar yang dibutuhkan untuk menghitung porositas yaitu bulk volume / volume keseluruhan batuan, volume butir, dan volume pori-pori. Metode untuk menghitung bulk volume pada umumnya dapat digunakan untuk menghitung porositas total dan effective porosity.

A. Volume Keseluruhan (Bulk Volume)

Meskipun bulk volume dapat dihitung dari dimensi sampel yang seragam menggunakan jangka sorong, prosedur yang biasa dipakai adalah dengan menjenuhkan core dengan cara divakumkan, lalu mengisi pori-porinya dengan suatu fluida. Hal ini sangat memudahkan perhitungan pada sampel yang memiliki bentuk tak teratur.
Lanjutkan Bacanya»


Beberapa batuan secara umum dapat menyerap fluida, seperti air, minyak, atau gas atau kombinasinya. Reservoir engineering memusatkan objeknya pada jumlah fluida yang terkandung dalam batuan tersebut, pergerakan fluida ke batuan, atau sifat yang berhubungan lainnya. Sifat-sifat ini bergantung pada batuan dan sifat fluida terhadap batuan tersebut. Ada porositas (pengukuran ruang kosong dalam batuan), permeabilitas (pengukuran perpindahan fluida dalam batuan), Saturasi fluida (pengukuran distribusi kasar fluida dalam batuan), dan electrical conductivity of fluid-saturated rocks (pengukuran konduktivitas batuan termasuk fluidanya terhadap arus listrik). Sifat-sifat diatas merupakan parameter dasar untuk mendeskripsikan batuan.

I. Tentang Porositas

A. Pengertian Porositas

Porositas merupakan hal yang sangat penting untuk mengukur ruang kosong yang tersedia bagi tempat menyimpan fluida hidrokarbon. Porositas (Φ) adalah kemampuan suatu batuan untuk menyimpan fluida. Porositas adalah perbandingan ruang kosong /pori-pori dalam batuan dengan keseluruhan volume batuan dikali 100 (untuk menyatakan persen).

Porositas dibagi 2 berdasarkan asal usulnya :
Continue reading


Acara           : Seminar

Tanggal       : 4 Februari 2011

Jam              : 14.00 – 16.15

Pembicara    : Kondur Petroleum S. A.

Materi          : General Slickline Operation

Work Over dan Well Service

Dilakukan apabila produksi minyak turun tetapi masih ada potensi untuk diproduksi.

Work over adalah intervensi segala jenis sumur minyak melibatkan teknik invasive, seperti wireline, coiled tubing atau snubbing. Khususnya merujuk pada proses mahal pulling dan mengganti completion.
Continue reading